Sabtu, 23 Februari 2013

Kalbar Terancam Gelap Gulita

PONTIANAK  -  Deputi Manager PLN Wilayah Kalimantan Barat, M. Doing, mengatakan seluruh wilayah Kalimantan Barat akan terancam pemadaman bergilir jika pasokan BBM di PLN tidak kunjung tiba.

"Semua kritis ini, Ketapang kritis  juga, Pontianak juga,  karena ketika pasokannya kurang dimana ada yang lebih kita angkut untuk untuk disama ratakan daerah lainnya.  Jadi, begini, misalnya dalam satu atau dua hari ini tidak ada pemasokan, berarti fatal nantinya," ujarnya kepada Tribunpontianak.co.id, Sabtu (23/2/2012).

Saat ini  rata-rata  kebutuhan bahan bakar PLN hanya terpenuhi 40 persennya saja sehingga ada beberapa daerah yang saat ini sudah dilakukan pemadaman bergilir. 

"Sintang ,  Sekadau, Sanggau, pokoknya daerah pedalaman itu sudah dilakukan pemadaman bergilir, karena kurangnya pasokan BBM dari pertamina. Tidak menutup kemungkinan daerah yang lainnya juga," tandasnya.

Hingga saat ini  realisasi penerimaan BBM  dari pertamina tahuhn 2013 sampai tanggal 11 Februari 2013 untuk PLTD Sungai Wie  untuk jenis high speed diesel (HSD)  sebesar 45 persen, PLTD Senggiring hanya 48 persen sehingga total   rata-rata HSD 44 persen saja sementara untuk pasokan  marine fuel oil (MFO)   di PLTD Sungai Raya hanya mencapai 35 persen, PLTD STN hanya 52 persen dan PLTD Sei Wie  hanya 34 persen sehingga rata-rata  permintaan MFO PLN sektor 40 persen.

0 komentar:

Poskan Komentar